PEOPLE CAN BE VERY SMART, BUT AS LONG AS HE DID NOT WRITE, HE WILL BE NO ONE IN HISTORY....

Friday, September 30, 2011

Communities Story Two : To Make You See Your Mistake.

Tak ada manusia yang sempurna. Mungkin itu adalah kalimat paling umum dan paling tidak rumit yang bisa menggambarkan keterbatasan umat manusia secara keseluruhan.
Kesalahan demi kesalahan mungkin adalah hal manusiawi yang terjadi setiap hari dalam kehidupan kita.
Saat seseorang melakukan kesalahan, ia cenderung akan melakukan hal itu lagi apabila ia tidak mengerti bahwa ia telah merugikan orang lain melalui perbuatannya itu.

Dalam hubungannya dalam komunitas, kita sepatutnya mau menjadi orang yang terbuka dan berlapang dada menerima kritik (yang membangun tentunya) karena saat kita berlaku salah, tentunya orang-orang di dalam komunitas kitalah yang pertama kali melihat hal itu.
Hari ini saya belajar bahwa ketika kita memiliki komunitas, kita akan selalu diingatkan akan kesalahan-kesalahan kita. Tentunya hal itu harus diimbangi dengan sikap terbuka agar kita tidak picik dalam mennghadapi kritik yang datang, tetapi mempergunakan hal itu sebagai tolak ukur dan pertimbangan kita untuk MENGUBAH DIRI menjadi lebih baik lagi.

Saat berada di dalam komunitas, kita juga harus membantu orang lain dalam memperbaiki diri mereka. Mungkin kita tidak bisa terlalu frontal dalam menghardik seseorang akan kesalahannya, tetapi cara yang halus sebaiknya digunakan agar saran dan kritik yang kita gunakan lebih diterima oleh orang lain.

Thats all for tonight, thanks for my communities, Talkactive Stromatolite, and all people who did criticize my mistake..
Thats make me learn a lot of things...
Lets be better together !!
^_^

Thursday, September 29, 2011



Behind all the things unseen and pain you felt before,
You can always find a Sunrise and Happiness for you to hold on.


Wednesday, September 28, 2011

MAYBE YOUR WAITING ISN'T A VAIN

MAYBE GOD LET YOU WAIT,

SO YOU WILL GET THE PRECIOUS PRESENT 

AT THE END OF YOUR WAITING

To My Friend Who Wait For Someone Special In His Heart

Love is a Great Motivation

Pernakah kamu ingin berubah untuk sesuatu yang kamu sukai?
Misalnya saja menguruskan bada agar muat terhadap sebuah baju yang kau lihat di toko, atau memutihkan kulit agar cocok menggunakan pakaian dengan warna tertentu. Banyak orang cenderung melakukan hal seperti itu ketika diperhadapkan dengan kenyataan bahwa berubah adalah cara agar ia dapat lebih dekat dengan sesuatu yang ia sukai.
Bahkan untuk dapat diterima oleh suatu kalangan tertentu, beberapa orang rela mengubah gaya rambut, pakaian, hingga gaya hidupnya seperti yang disajikan dalam beberapa drama remaja di Televisi. Hal itu tak terhindarkan dari sebuah acuan yang dipegang masyarakat sekarang tentang standar akan sesuatu hal.
Beberapa hal mungkin malah menjurus ke arah yang negatif seperti pakaian dan cara hidup ala geng motor yang harus diikuti siapapun yang ingin bergabung. Saya memang tidak mengatakan bahwa cara hidup mereka itu salah, hanya saja lebih banyak hal negatif dari cara hidup seperti itu ketimbang hal yang positif.

Cinta adalah bentuk lain dari rasa suka, saat mencintai seseorang, kita akan cenderung melakukan sesuatu pengorbanan untuk orang yang kita cintai. Hari ini saya melihat bahwa hal seperti itu memang ada dan nyata. Motivasi untuk melakukan yang terbaik bagi yang dicintai benar-benar ditunjukan oleh seseorang yang juga saya kagumi sebagai orang yang memiliki cara hidup yang baik. Ia mampu memberikan banyak hal dan tujuannya murni demi cinta. Jika ada yang bertanya apakah hal yang dia lakukan membawa dampak negatif atau tidak, saya akan menjawab tidak. Banyak sekali hal positif yang saya lihat dari pengorbanannya itu.
Meski begitu, bukan pengorbanan yang ingin saya tekankan di sini. Yang ingin saya katakan bahwa ketika kita memiliki cinta dan kasih dalam berbagai hal, kita akan mampu melakukannya, sesulit apapun hal itu.

Saturday, September 24, 2011

(To everyone who can't get away from something they hate most)
 "Ballad of Despair" 

Lost again and again
Can't see light at the end of the tunnel
My mind is just a song to make me feel conscious
The eyes cried in loneliness
While heart begging to let go

They are there and there again
What is right?
Seems hard to decide
Looking up but rain won't stop
Are those cloud will never tired?
To made my feeling be bad and blue?

List growing longer and longer

Parade of comma
Continuing this madness
'Till I can't count or remember every turn that passed

Despair and another despair

If this will never end
Maybe I should just hold on
Hoping that I'll get used and be tough
And sing this ballad joyfully
Again and again.



Tuesday, September 20, 2011

MORE. MORE. MORE. AND MORE.

KEEP GIVING THE BEST.

AND YOU'LL SEE.

NO THINGS GONNA BE VAIN
.

Sunday, September 18, 2011

First Class Of Genetic Mutation. X-MEN !

 

Stunning as ever.
Itulah kata-kata yang sedikit banyak menggambarkan satu lagi bagian dari kisah para mutan yang bertahan dalam perbedaan mereka dengan manusia biasa.

Kali ini kita dibawa jauh sebelum para X-Men yang kita kenal (Storm, Cyclops, Jean, Angel, Nightcrawler, Shadowcat, Iceman) beraksi di jalan kota new york untuk menghentikan brotherhood maupun sentinel.
Kisah ini dimulai ketika Erik Lensherr kecil berada di berlin dan dia dipisahkan dari orangtuanya oleh tentara jerman yang bengis. Manifestasi kekuatan Magneto dipertunjukan ketika Erik membengkokan gerbang besi hingga harus dibuat tidak sadar oleh salah seorang tentara yang ada disana.

Kehidupan yang sedikit berbeda dialami oleh Charles Xavier yang tinggal jauh di Westchester, New York. Charles yang tak bisa tidur, menemukan ibunya sedang membuka lemari es di dapur. Saat ibunya menawarkan cokelat panas, Charles mengancam sosok di hadapannya dengan telepati. Sosok ibunya itu lalu berubah menjadi seorang gadis kecil berkulit biru dan berambut merah. Charles lalu menawarkan minuman kepada gadis itu alih-alih takut dengan wujud menyeramkan yang adalah hasilmutasi genetik.Itulah awal mula pertemuan Charles dengan Raven Darkholme yang kemudian dikenal dengan nama Mystique.

Setelah gagal menunjukan kekuatannya di depan Dr.Schmidt, Erik kemudian mengalami kemarahan yang luar biasa saat ibunya ditembak di depan matanya oleh Dr.Schmidt. Hal itu sempat mengaktifkan kekuatannya dan membuat dua tentara jerman terbunuh.

Beberapa tahun kemudian, Moira MacTaggert (Rose Byrne) yang adalah agen CIA, menyaksikan Hellfire Club yang berada di bawah pimpinan Sebastian Shaw (Kevin Bacon) mengancam salah satu Colonel angkatan darat Amerika untuk tujuan mereka. Shaw yang adalah Dr.Schmidt dari masa lalu Lensherr telah merekrut Emma Frost (January Jones), Riptide dan Azazel sebagai kaki tangannya.

Setelah menyaksikan bagaimana Emma berubah menjadi berlian murni dan Azazel berteleport, Moira pergi menemui Charles Xavier yang berada di Oxford karena tertarik dengan tesis tentang mutasi gen yang dipaparkan Charles. Raven yang telah diangkat menjadi saudara Charles pun bergabung dan keduanya bersama Moira, mencoba menemui Sebastian yang berada diatas pesiar. Sayangnya saat itu Erik Lensherr yang memiliki ambisi balas dendam muncul dan mencoba membunuh Sebastian. Usaha Erik gagal karena Emma Frost membaca pikiran dan melemparnya ke laut. Charles juga tidak bisa membaca pikiran Shaw karena telepati Emma melindunginya. Alhasil, Hellfire Club berhasil lolos dan Eric ditolong oleh Charles saat hampir tenggelam karena menahan kapal selam Hellfire Club dengan kekuatannya.

Setelah kejadian itu, Hank McCoy yang belum memiliki bulu (y) meminta Charles Xavier mencoba menggunakan Cerebro pertama yang didanai pemerintah Amerika Serikat. Dengan Cerebro, Xavier kemudian merekrut beberapa Mutan muda seperti Angel Salvadore (Zoe Kravitz), Alex Summers (Lucas Till), Sean Cassidy (Caleb Landry Jones) dan Armando Munoz (Edi Gathegi) untuk membantu mereka dalam menghadapi ancaman yang mungkin saja muncul dari  Hellfire Club.

Plot X-Men :  First Class dapat menjadi suatu titik pijak bagi trilogi pertama yang difilmkan sebelumnya. Hanya saja jika dipadukan dengan X-Men Origins : Wolverine, akan ditemukan sebuah kejanggalan yaitu bahwa usia Emma Frost terpaut dekat dengan Charles sementara pada ending X-Men Origins : Wolverine, diperlihatkan bahwa professor X yang paruh baya menolong para mutan yang salah satunya adalah Emma Frost remaja.

Selain itu ada bagian yang bagi penggemar X-Men puritan seperti saya terasa sangat janggal. Hal itu adalah bahwa Alex Summer/Havoc muncul jauh sebelum Charles Xavier mendirikan institutnya. Havoc seharusnya adalah adik kandung dari Cyclops a.k.a Scott Summer. Kejanggalan ini akan menurunkan sedikit dari nilai yang terkandung dalam film ini.

Secara keseluruhan, sajian aksi dan efek serta konflik yang muncul pada film ini patut diancungi jempol. Film ini telah memenuhi kriteria sebagai film superhero yang patut disaksikan bersama dengan film-film superhero lain yang juga dirilis di tahub 2011 seperti Captain America, Thor dan Green Lantern.

Dengan merujuk pada kata-kata sutradara Matthew Vaughn bahwa X-Men : First Class mirip dengan Batman Begins, maka sangat mungkin bahwa di tahun-tahun mendatang akan ada sequel lanjutan dari deretan panjang film X-Men. Saya sebagai penggemar X-Men tentu dengan senang hati akan menunggu kemunculan film-film tersebut.

^_^