PEOPLE CAN BE VERY SMART, BUT AS LONG AS HE DID NOT WRITE, HE WILL BE NO ONE IN HISTORY....
Showing posts with label Fairy Tales. Show all posts
Showing posts with label Fairy Tales. Show all posts

Saturday, December 31, 2011

Beastly. Love Is Never Ugly.


Penghujung tahun 2011 sudah di depan mata. Sudah tak ada tanggal di kalender yang lama. 2012 Definitely on his way. Di malam tahun baru, saya punya review kecil tentang film yang (juga) merupakan film adaptasi dari kisah anak-anak Beauty and The Beast.
Beastly menceritakan tentang kisah Kyle (Alex Pettyfer) seorang remaja yang memiliki hampir segalanya (wajah, kekayaan, kesempatan dan ketenaran). Kyle menjadi pribadi yang angkuh dan memandang orang lain sebatas tampak luarnya saja. Ketika dia dengan ceroboh menghina tampang Kendra (Mary-Kate Olsen) yang ternyata adalah Encantress si penyihir, Kyle terperangkap dalam tubuh jelek yang wajahnya jauh dari menawan. Kendra mengatakan, hanya cinta dari seorang gadis yang dapat memudarkan sihir itu dari diri Kyle dan jika setahun telah berlalu tanpa ada gadis yang mengatakan ia mencintai Kyle, maka Kyle akan terperangkap dalam tubuh jelek itu selama-lamanya.
Saat Kyle putus asa dan ayahnya juga melakukan penolakan terhadap dia, Kyle menemukan cintanya di dalam diri Lindy (Vanessa Hudgens), gadis mantan teman sekolahnya.
Ketika ayah Lindy membunuh seorang preman dan saudara preman tersebut mengancam untuk membunuh Lindy, Kyle menawarkan perlindungan terhadap Lindy di rumah pengasingannya yang jauh dari pusat New York. Kisah cinta antara keduanya kemudian tumbuh dengan bantuan Zola (Lisa Gay Hamilton), pembantu yang bersama dengan Kyle di pengasingan serta Will (Neil Patrick Harris), mentor Kyle yang pandai namun buta.
Kisah Beastly memang merupakan kisah klasik yang indah (siapa yang tak kenal Beauty and The Beast, film animasi tahun 1991 yang berhasil meraih 6 penghargaan Oscar dan pada tanggal 13 Januari 2012, akan dirilis versi 3Dnya) dan tentu saja, kisah yang tak lekang oleh waktu.
Beberapa gubahan dari kisah lama Beauty and The Beast dalam film ini mampu memberikan sensasi baru bagi para penontonnya. Selain itu, unsur magis dan modern dalam ini juga menurut saya sangat menarik sebab ada beberapa film yang menyatukan kedua unsur tersebut dan justru menciptakan konflik yang tidak-masuk-akal.
Namun dibalik semua itu, eksekusi dalam Beastly sedikit melenceng dari ekspektasi saya pada awalnya. Unsur roman dan drama yang seharusnya mampu dieksplor lebih lagi oleh Vanessa dan Alex yang notabene bukanlah pendatang baru di dunia perfilman, justru tampak sedikit hambar, bahkan kaku. Klimaks film ini juga terkesan datar dan kurang greget. Jika saja durasi film ini ditambahkan sepuluh menit saja dan lebih mendefinisikan lagi bagaimana ikatan antara Kyle dan Lindy muncul, mungkin saya akan dengan sepenuh hati memberikan lima bintang kepada film ini.

Terlepas dari segala kekurangannya, Beastly menjadi salah satu tontonan yang cukup menyenangkan dan seperti halnya kisah asli Beauty and The Beast, Beastly mampu menjadi hiburan penuh pelajaran moral bagi para penontonnya.
^_^

Thursday, December 22, 2011

Red Riding Hood. Darkness. Romance. and Fairy Tales.

Satu lagi dongeng anak-anak yang dibuat dalam versi layar lebar. Kali ini Amanda Seyfried, aktris ternama yang memang tengah menarik banyak perhatian khalayak film, menjelma menjadi Valerie, gadis yang mengenakan jubah perjalanan berwarna merah terang.
Berbeda dengan kisah aslinya yang menceritakan tentang gadis kecil yang mengunjungi neneknya, Red Riding Hood garapan Catherine Hardwicke ini mengusung tema yang jauh lebih dewasa, komplex dan lebih kelam. Diceritakan disini, penduduk desa Daggerhorn yang selalu diteror oleh serigala buas setiap purnama menjadi marah sejak korban terakhir, yang bernama Lucy, digigit lehernya hingga tewas. Warga yang marah kemudian memburu serigala tetapi justru membunuh serigala biasa dan membiarkan warewolf menewaskan salah satu pria terkaya di desa.
Semuanya bertambah rumit ketika Father Solomon (Gary Oldman) yang berambisi memburu serigala tersebut mengatakan bahwa serigala yang mereka cari bersembunyi di desa dan bisa saja ia adalah salah satu diantara penduduk desa.
Semua orang kemudian saling mencurigai dan Valerie terjebak diantara hidup dan mati saat ia menjadi satu-satunya orang yang dapat mendengar serigala tersebut berbicara.
Red Riding Hood, meskipun sangat berbeda dengan kisah klasiknya, menurut saya pribadi mampu memberikan gambaran sesungguhnya dari gaya bercerita Grimm bersaudara. Disini kesan abad kuno eropa yang pekat dalam mitos dan sempitnya pengetahuan masa itu sangat ditonjolkan dan mendukung berjalannya alur seiring kebingungan dan prasangka para tokoh.
Menjelang konklusi, penonton akan dibuat terkejut sebab pelaku yang sebenarnya, berada jauh dari sorotan lampu dan garis besar film. Twist yang diciptakan pada film ini ternyata mampu membuat saya sendiri terpukau saat menonton film ini dari awal hingga akhir.
Beberapa bagian yang disadur dari cerita klasiknya adalah jawaban nenek kerudung terkait mata, telinga dan giginya yang besar. Selain itu, bagian tentang ada yang membantu si kerudung merah menggunting perut serigala, mengisinya dengan batu kemudian menjahitnya dan menenggelamkan si serigala juga dimasukan di dalam film ini dan menjadi suatu nilai tambah bagi secara keseluruhan.
Red Riding Hood merupakan film yang patut ditonton bagi penikmat Thriller atau Horor, namun tak menutup kemungkinan jika penikmat film Action dan Fantasy juga menonton film ini karena yang disajikan merupakan hasil kerja yang luar biasa dan layak ditonton...
Have a nice watching !


Wednesday, December 21, 2011

Tangled Soundtrack. I See The Light.



Rapunzel:
All those days watching from the windows
All those years outside looking in
All that time never even knowing
Just how blind I've been
Now I'm here, blinking in the starlight
Now I'm here, suddenly I see
Standing here, it's all so clear
I'm where I am meant to be

And at last I see the light
And it's like the fog has lifted
And at last I see the light
And it's like the sky is new
And it's warm and real and bright
And the world has somehow shifted
All at once everything looks different
Now that I see you

(musical interlude)

Eugene(Flynn):
All those days chasing down a daydream
All those years living in a blur
All that time never truly seeing
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
Things, the way they were
Now she's here shining in the starlight
Now she's here, suddenly I know
If she's here it's crystal clear
I'm where I'm meant to go

Rapunzel & Eugene (Flynn):
And at last I see the light

Eugene (Flynn):
And it's like the fog has lifted

Rapunzel & Eugene (Flynn):
And at last I see the light

Rapunzel:
And it's like the sky is new

Rapunzel & Eugene(Flynn):
And it's warm and real and bright
And the world has somehow shifted
All at once, everything is different
Now that I see you
Now that I see you
I See The Light, dinyanyikan oleh Mandy Moore dan Zachary Levi yang juga mengisi suara Rapunzel dan Flynn dalam film Tangled. Lagu ini mengisahkan tentang orang yang telah berdiri di awal mimpi yang menjadi kenyataan. Di awal mimpi yang menjadi nyata itu, Rapunzel dan Flynn mengatakan bahwa mereka melihat cahaya yang selama ini mereka nanti-nantikan, cahaya yang merupakan harapan bahwa mimpi mereka akan menjadi kenyataan.
Mandy dan Zach  mampu membawakan lagu ini seindah mereka menghidupkan karakter Rapunzel dan Flynn yang energik dan berjiwa bebas. Suguhan yang indah dan memberi nilai tambah pada kisah klasik yang pada dasarnya memang indah...

^_^

Tuesday, November 15, 2011

Stories : "The Fountain of Fair Fortune"

Hi people !!
Today i have a good stories from J.K Rowling's book, Tales Of Beddle The Bard.All credit goes to her, one of the most great author ever... ^o^

Note : Translated myself and hope there is no wrong Grammar or Spelling. Title, taken from original version.

The Fountain of Fair Fortune

Once upon a time, in an unknown kingdom, there is a garden on the top of the hill. That garden covered by a high wall and some powerful magic in order to protect an object called The Fountain of Fair Fortune.
Once a year, the garden will give a chance to unlucky person, to go inside the wall, struggling for eternity luck by washing their self at the fountain. On the certain day, many people came from all over the kingdom and hoping for a chance given by the garden. There are three witches, came that day with their own problems. The first one named Asha. She was sick with an can't be cured curse. It makes her slowly facing her death. The second witch named Althaeda. Her wand, house and gold has been stolen by an evil witch. The last one named Amata. She was in a broken heart because her sweetheart left her for another woman. With empathy to each other, three of them made a decision to firmly unite in order to reach The Fountain of Fair Fortune.
When the dawn is breaking, a magical vine came out from the garden and choose the lucky person to go inside the wall. That vine suddenly tied Asha’s hand and pull her inside the garden. With her magic spell, Asha try to bring Althaeda and Amata with her, but Amata’s gown tied at a rumpled knight’s sword. So, that knight also came inside the garden with the witches.
That knight named Sir Luckless. Because the witches feels empathy for him, they all agree to corporate him in their journey to the fountain.
That garden was the most beautiful garden they ever seen. Curing plant grow all over the place with flowers and fruits, came out in every branches of tree. In their journey up to the hill, many creatures such as Beast and Pixies appeared and try to failed them. With the witches spell and Sir Luckless’s sword, they manage the way up until they faced a big river in front.
Asha and Amata try to build a bridge using their magic while Althaeda try to crossed the river by using Sir Luckless’s shield. The bridge can’t be done and the shield was drowned.
Inside the water, Amata read some words written on the stone. It said : “Show me the treasure of your past”. Amata then pull out memories about her sweetheart using wand and drop it into the river. When the memories touched the water, a stone bridge appeared from side to side of the river.
So, the witches and Sir Luckless can finally get to the fountain. But when they almost there, Asha suddenly fell to the ground because of her pain. Althaeda then collect some curing plant and mix it inside Sir Luckless’s drink bottle. When Asha drink it, she was perfectly cured. So, Asha no longer need the fountain. Althaeda was the same. She try to collect curing plant as much as possible. It will help her to get rich again. Sir Luckless allowed Amata to wash herself on the fountain but Amata shook her head. The river already delete the regret and pain about her sweetheart.
Sir Luckless then walked through the fountain and came out with joy and victory on his face. He then knelt to the ground and proposed Amata to become his wife. Amata accepted him because she also think that she already find a true love. At the end of the day, three witches and a knight, came down from the hill with joy and smile in their face. They live, luckily ever after.
And no one ever suspected, that maybe, The Fountain of Fair Fortune wasn’t lucky at all.