PEOPLE CAN BE VERY SMART, BUT AS LONG AS HE DID NOT WRITE, HE WILL BE NO ONE IN HISTORY....

Tuesday, August 4, 2015

The Scary Uncertainty

To walk through life is sometimes scary. That's why Maslow said that safety is the second basic thing that human need, right after food, clothes and place to hide from heat and rain.
That so overrated safety, can be accomplished by many ways. Easy or hard, it can be reached by humans effort. The problem is, most of the time, life can be scary because of its uncertainty. In this case, uncertainty will always lurks in every corner of our life.
Like a pile of infinite questions that always come up after one accomplishment, uncertainty rise whenever we stand on the cross road.
And because we afraid of that uncertainty, we tend to give in and reach the nearest option. We decide to switch our brain off and grope the things that can keep us standing either for weeks, months or even lifetime.
Well, decision cannot be undone because our life isn't a microsoft office software after all. We pick and we deal with, perhaps, the less frightening path. Most of the time we choose wrong, but who knows, maybe there will be a right in a left.
Scary or not, life can be more excited once uncertainty level is rise. Isn't it?

Sunday, July 5, 2015

When There is a World Within Your Head


Disney memang tidak pernah kehabisan ide dalam membuat kisah-kisah yang bisa dinikmati semua orang dari berbagai kalangan usia. Inside Out yang merupakan kerjasama Disney dengan Pixar merupakan satu lagi karya original yang dengan megah mampu menghibur penonton. 

[Spoiler Alert]

Inside Out berkisah tentang Riley, seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang pindah dari Minnesota ke San Fransisco karena pekerjaan ayahnya. Riley memiliki lima emosi yang mengontrol setiap tindakannya di bagian otak yang disebut Headquarter atau dengan kata lain, markas. Mereka adalah Joy, Sadness, Fear, Disgust dan Anger. Dengan Joy yang memimpin, kelima emosi ini berusaha membantu Riley menyesuaikan diri dengan San Fransisco ketika kepindahan tersebut ternyata membawa dampak yang buruk bagi kehidupan Riley. Semua bertambah buruk ketika Joy dan Sadness terlempar keluar dari markas bersama lima memori inti kehidupan Riley. Hal ini membuat kota-kota yang adalah perlambangan kepribadian Riley satu-persatu mulai runtuh. Disgust, Anger dan Fear yang berada di markas berusaha bersikap 'kasual' dan semakin memperburuk keadaan ketika hubungan Riley dengan orangtuanya semakin berjarak. Joy dan Sadness dengan bantuan tokoh-tokoh di dalam pikiran Riley berusaha mengembalikan memori ini ke markas besar dan menemukan pada akhirnya bahwa bertumbuh berarti membuang banyak hal dan mendapatkan hal-hal baru.

Film berdurasi 94 menit ini menyajikan kisah yang sama sekali baru bagi penonton manapun. Dunia kecil di dalam pikiran Riley dieksplor dengan begitu memukau sehingga mampu tetap menghibur meskipun memasukan banyak sekali detail teknis tentang emosi dan bagaimana pikiran bekerja. Ranah kepribadian manusia yang diceritakan disini memang tidak dibuat sembarangan melainkan melalui diskusi ketat dengan ahli psikologis dan neurologis. Ini membuat informasi yang diletakan disini tentunya berkualitas bagi siapapun yang menonton (terutama orangtua yang anaknya akan memasuki masa remaja). Penggambaran dunia di dalam pikiran Riley yang penuh warna dan imajinasi membuat penonton tidak berkedip sedikitpun. Animasi disney dan pixar yang memang selalu memukau membuat film ini semakin wajib ditonton. Sebuah perpaduan yang indah dari konsep original dan eksekusi profesional. 

Tuesday, July 29, 2014

Surabaya Carnival - Cerita Para Pejuang Bianglala


Surabaya Carnival, salah satu pasar malam yang berlokasi di Surabaya Selatan dan berbatasan langsung dengan kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah dibuka pada hari senin 28 Juli 2014. Pasar malam yang beralamatkan Jl. Ahmad Yani no. 333 ini menyediakan berbagai wahana menarik seperti Komidi Putar, Tornado, Rumah hantu ala bajak laut, Go Kart, Pertunjukan 4 Dimensi dan juga Ferris Wheel atau Bianglala.

Pada awalnya, keinginan untuk berkunjung ke Surabaya Carnival pada hari pertama pembukaan telah pupus oleh asumsi bahwa hari pertama akan sangat ramai pengunjung. Selain itu alasan lain adalah karena malam pembukaan Surabaya Carnival bertepatan dengan perayaan Idul Fitri maka tentunya banyak orang yang ingin menghabiskan waktu liburan dengan mencoba wahana baru ini. Keputusan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa rumah warga disekitar Surabaya Carnival digunakan untuk parkiran para pengunjung karena begitu banyak orang yang ingin datang menyaksikan taman hiburan malam tersebut. Meski begitu, salah seorang teman bersikukuh ingin melihat taman hiburan tersebut, dan kami bertiga pun berangkat dari kost kami yang letaknya beberapa ratus meter dari Surabaya Carnival. 

Kami tiba di taman hiburan malam sekitar pukul 21:30 WIB dan langsung menyaksikan betapa ramainya pengunjung. Setelah membeli tiket seharga Rp. 20.000,- kami pun langsung masuk ke taman hiburan penuh lampu neon tersebut. Kesan pertama adalah Surabaya Carnival merupakan taman hiburan yang sejuk (tentu saja karena kondisinya yang outdoor. Kami kemudian sedikit kesulitan menemukan Ferris Wheel atau Bianglala karena jalur pengunjung yang cukup berkelok-kelok. Ketika akhirnya tiba di depan Bianglala, kami menemukan fakta bahwa antrian tersebut cukup panjang (sekitar 10 meter) dengan kualitas antrian yang semrawut dan penuh desak-desakan. 

Dengan tekad ingin mencoba Bianglala ala Surabaya Carnival, kami pun mengantri (dan menyadari bahwa kami belum membeli tiket Bianglala). Salah satu diantara kami pun keluar sebentara untuk membeli tiga tiket seharga Rp.10.000,-. Di tengah antrian, kami mulai berdesakan-desakan dengan sesama peminat Bianglala. Antrian yang terjadi membuat pagar penghalang nyaris roboh (bayangkan, nyaris roboh!). Untungnya hal itu tidak terjadi. Setelah 45 menit mengantri kami pun berhasil menaiki Bianglala. Kami bertiga kemudian naik. Awalnya perjalanan menuju puncak dipenuhi teriakan histeris kedua teman saya (keduanya tidak mau disebutkan namanya) yang adalah cewek, menjadi histeris karena bilik tempat kami duduk terus bergoyang-goyang. Salah satu mengaku berteriak karena sangat excited.

Begitu kami telah mencapai satu putaran penuh, kami mulai dapat menikmati Bianglala, bahkan menatap takjub ke lantai transparan di bawah kaki kami. Kami juga membuat vlog selfie dengan pencahayaan kurang dan berusaha menikmati pemandangan Surabaya selatan dari atas roda Ferris ini. Meskipun singkat, sekitar 10 - 15 menit saja, tetapi perjalanan di atas Bianglala Surabaya Carnival cukup menyenangkan. Penuh dengan teriakan yang membantu melepas stres sebelum kembali beraktivitas di dunia perkuliahan dua minggu lagi.

Selepas Bianglala, kami mengelilingi Surabaya Carnival dan menemukan banyak kios yang belum dibuka. Beberapa kios bahkan sedang dikerjakan oleh pekerja interior dan tukang kayu  sementara taman hiburan berjalan. Kekurangan lain dari Surabaya Carnival adalah tidak adanya tempat sampah dapat menampung sampah di titik-titik yang menjual jajanan. Alhasil sampah bungkus dan wadah makanan bertebaran dimana-mana. Tak hanya itu, Surabay Carnival yang lantai di-paving sangat berdebu.

Setelah pukul 23.00 WIB, kami bertiga pun memutuskan untuk pulang. Meskipun capek berjalan, kami mendapatkan pengalaman unik karena harus antri lebih dari setengah jam untuk naik Bianglala. Harapan kami semoga Surabaya Carnival bisa lebih disempurnakan lagi. Sehingga kami bisa terus mengunjungi taman hiburan tersebut dan menikmati pemandangan dari atas Bianglala, meskipun harus berdesak-desakan lagi untuk antri.

Friday, June 13, 2014

Jalan Kemana ? Jalan Saja Terus !

Kalau dipikir-pikir, kita cenderung berhenti di satu titik untuk merenung terlalu lama akan sebuah galau factor dalam hidup kita. Gak ada salahnya juga sih merenung, tapi waktu takan menunggu kita.






Jadi jangan lama-lama ya merenungnya. Kalaupun bingung mau jalan kemana? setidaknya kita masih punya satu jalan, jalan saja terus !

Setelah Seribu Kali

Ingat-ingat khotbah pendeta Ariel di gereja dua minggu yang lalu tentang kesulitan dalam hidup.
Semakin direnungkan, semakin menghelak napas saja aku. Jujur saja deh, ada gak sih yang senang menghadapi hardship dalam kehidupan?

Dulu, aku seringkali ragu dengan apa yang dibilang orang-orang bahwa hantaman keseribu biasanya tidak akan terasa sakit seperti hantaman pertama. Mungkin karena aku belum pernah berada di hantaman keseribu itu. Sekarang, di salah satu aspek dalam hidup, aku telah mencapai hantaman keseribu itu. Anehnya hantaman itu tidak terasa sakit.

Aku tidak bohong!
Bahkan untuk orang sanguine seperti penulis artikel ini, menghadapi sesuatu yang seperti itu dengan kalimat "oh, ok..." adalah kejanggalan yang sangat jelas. Mungkin hantaman sebelumnya memang sakit tapi hantaman itu bukan tanpa efek samping positif. Mungkin hantaman itu sengaja ada agar ketika yang keseribu datang (dan pastinya akan datang, bahkan mungkin yang kedua ribu nanti), aku tidak akan sibuk meratap dan terdistraksi dengan fokusku saat ini (oh, yeah!)

Hantaman dari yang pertama hingga keseribu memang menyakitkan, tapi itu menghasilkan sesuatu men!

Menghasilkan rasa kebas dan ketahanan yang luar biasa bukan?

So, kesulitan yang dialami bukan tanpa alasan dan bukan tanpa tujuan.

Ingat, Calm Seas Never Produce A Great Captain!

Jalan Kemana?
Jalan Saja Terus!

Giovanno Regrasio

Monday, June 9, 2014

KISAHKAN CERITA

ini adalah cerita
cerita panjang dengan jeda,
entah satu atau setengah.
setiap kisah merangkai manis
meski juga terpatri yang pahit

setiap harta kita hargai
setiap badai kita lompati
setiap dingin kita hempas
dan kala panas kita mengipas

tersurat tertulis, tersirat firasat
ada yang datang dan tinggal tetap
tapi dia yang pergi kadang tak kembali

dari cerita kita menguat
dari cerita kita tak elakan rapuh
lewat cerita, indra menyantap
seperti yang DIA inginkan kita belajar

kalau terbuai, kita sering
disarut emosi pun kita tak mangkir
ingin mengingat meski melupa
berdera pergi arus memori

ini tertuai dan tak terhapus
jalan kemana?
jalan saja terus


Saturday, May 3, 2014

Berserah

Berserah.

Di sebuah persimpangan, pilihan haruslah dibuat.
Di sebuah persimpangan, miliaran jalan membentang.
Mencoba satu per satu pun tak mungkin.
Karena pada akhirnya hanya ada satu yang dilewati.

Berserah.

Tawa, kenangan, perpisahan, semuanya ditaruhkan disana.
Ketika keinginan tak berkuasa.
Meninggalkan pengorbanan sebagai kata yang tak terelakan.
Karena pada akhirnya semua telah ditentukan.

Berserah.

Semua yang telah datang dan harus pergi.
Takan pernah bisa diatur oleh anak manusia.
Sampai akhirnya SATU persimpangan dijalani dengan satu kata.

Berserah.

Live Update! semoga berkenan

Sedikit narsis,

masih merasa hidup ini kejam untuk seorang Giovanno Septwenvi Regrasio Marwildo Pattiasina. gimana gak? kena lovestruck all over again tiap kali liat si baju kuning 2 setengah tahun yang lalu. haha. TRAGIS!

sudah mulai punya pekerjaan sebagai freelance di sebuah program TV lokal. Juga jadi asisten dosen nih (bagiin ilmunya udah mulai terstruktur ke adek-adek).

masih belum ketemu publisher untuk si Willbur :(

sudah punya laptop baru, yang lama rusak kena lovestruck juga kayaknya.

sudah BELAJAR membangun relasi, kontrol diri, menyelesaikan masalah, prioritas, MAGANG yang ternyata gak menyeramkan kok, bikin film (judulnya From What We Give btw!).

sudah bisa ngasi perpuluhan dari hasil kerja sendiri (praise only for Him)

masih jadi anak bungsu (secara natur dan sikap, oh yeaaah)

sudah ganti hp, gara-gara hp lama ketinggalan di antar jemput

sudah bisa produksi program TV sendiri!!! dan "layak tayang" katanya dosen yang penilaiannya jelas top markotop (y)

sudah sadar bahwa menulis itu berlatih, oleh sebab itu kembali mengaktifkan blog ini.

semoga berkenan!

Kembali Lagi Disini, Kali Ini Membawa Rumput Yang Siap Dipotong

Setelah melewati masa kelam semester empat dan lima, disinilah saya, kembali di dinihari. Duduk di depan laptop sambil merangkai kata yang seolah tak pernah habis diproduksi di dalam sini. Sekarang di usia 21 tahun yang BIASA-BIASA SAJA, saya memutuskan membersihkan kembali isi blog ini dan mulai menulis. Terutama sejak ada sesuatu yang malam hari ini sedang penuh-penuhnya di kepala. Sebuah prosa singkat tentang "pembiaran", ya mungkin itu namanya, ini dia :

POTONG SAJA RUMPUTNYA

Satu demi satu mereka bermunculan,
Diantara tanaman indah yang siap untuk berbunga dan bertunas.
Terik mentari seakan tak berkutik melihat kebaikannya menumbuhkan mereka.

Mungkin kita tak peduli, atau pura-pura tak tahu.
Mungkin kita memupuk tapi mencuci setelah itu.
Mungkin kita geram namun tak bertangan.
Mungkin kita takut, dan lalu berjalan mundur.

Kita ambil guntingnya
Kita siapkan karungnya
Kita katakan potong saja rumputnya
Kita bakar dan diamkan abunya
Berharap yang demikian akan menyuburkan tanaman indah

Tapi mereka tak mati, mereka masih ada disana.
Semakin kuat di setiap guntingan.
Memunculkan yang lain dan memupuk sesamanya.

Mungkin kita takut
Merusak tanah, mengancam pijakan.
Mungkin kita takingin tanaman indah rusak
Mungkin kita lupa,
Mungkin kita geram
Namun tak bertangan dan terus memotong rumput.
Biarkan AKAR, tanpa dicabut, tanpa diurus.

Sunday, April 21, 2013

Catatan Tunda


Sedikit tulisan di pergantian tahun kemarin yang tidak sempat diposting mengingat sedang dalam JEDA ngeblog ....
take your time!


Pukul 00.00 01/01/2013

No party, no girl to kiss
Menikmati kembang api di rumah, tak ada pesta maupun kesenangan buatan.
Bukan berarti sukacita tahun baru tidak bisa kurasakan. Tahun baru, konsep yang entah mengapa selalu memberikan sentuhan ‘magis’ bagi banyak sekali orang. Keindahan rasa syukur melewati 12 bulan dan akan menghadapi dua belas bulan berikutnya adalah pemikiran yang akan menimbulkan perasaan bahagia bagi siapapun.
Detik tahun baru seharusnya adalah saat dimana kita berhenti,  berhenti sejenak untuk merenung.
Apa yang telah dilewati ?
Apa yang dicapai ?
Kegagalan dan kesuksesan kita.
Bersyukur untuk semua itu. Bersyukur untuk untuk teman dan kekasih, untuk keluarga, untuk masa sakit dan sehat, kesusahan dan kebahagiaan . Untuk pelajaran-pelajaran, untuk yang datang dan yang telah pergi. Untuk setiap waktu dan kesempatan.

(Auld Lang Syne oleh Lea Michele mengalun di latar belakang)
We’ll take a cup of kindness yet,
For auld lang syne,... J

Cheers !
Untuk teman lama 2012 yang telah pergi,
Dan untuk teman baru 2013 yang baru saja tiba...
Have a great new year fellaz !

XoXo
Giovanno Septwenvi Regrasio Marwildo Pattiasina

Bolehkan kita berharap, bulan keempat sedang berlari, mari melalukan yang terbaik untuk sisa tahun ini... semangat positif..!!

Catatan Tunda


Sedikit tulisan di pergantian tahun kemarin yang tidak sempat diposting mengingat sedang dalam JEDA ngeblog ....
take your time!


Pukul 00.00 01/01/2013

No party, no girl to kiss
Menikmati kembang api di rumah, tak ada pesta maupun kesenangan buatan.
Bukan berarti sukacita tahun baru tidak bisa kurasakan. Tahun baru, konsep yang entah mengapa selalu memberikan sentuhan ‘magis’ bagi banyak sekali orang. Keindahan rasa syukur melewati 12 bulan dan akan menghadapi dua belas bulan berikutnya adalah pemikiran yang akan menimbulkan perasaan bahagia bagi siapapun.
Detik tahun baru seharusnya adalah saat dimana kita berhenti,  berhenti sejenak untuk merenung.
Apa yang telah dilewati ?
Apa yang dicapai ?
Kegagalan dan kesuksesan kita.
Bersyukur untuk semua itu. Bersyukur untuk untuk teman dan kekasih, untuk keluarga, untuk masa sakit dan sehat, kesusahan dan kebahagiaan . Untuk pelajaran-pelajaran, untuk yang datang dan yang telah pergi. Untuk setiap waktu dan kesempatan.

(Auld Lang Syne oleh Lea Michele mengalun di latar belakang)
We’ll take a cup of kindness yet,
For auld lang syne,... J

Cheers !
Untuk teman lama 2012 yang telah pergi,
Dan untuk teman baru 2013 yang baru saja tiba...
Have a great new year fellaz !

XoXo
Giovanno Septwenvi Regrasio Marwildo Pattiasina

Bolehkan kita berharap, bulan keempat sedang berlari, mari melalukan yang terbaik untuk sisa tahun ini... semangat positif..!!

Five Month Later

Sudah sangat lama sejak terakhir kali menulis disini.
Lima bulan yang lalu, pergumulan demi pergumulan bergumul untuk digumuli.
Sekarang pun demikian. Tetap merajut hari di atas titian.

People come and go in our heart, sometimes they stay for a while, sometimes they leave a trace...

Masalah hati masih jadi pembahasan diantara kalangan terdekat.
Harus menghindarkah?
mengharapkah? 
pergikah?
Boros tanda tanya adalah indikasi setiap kali hati mulai berorasi.
Pencerahan dan jawaban hanya seperti penghilang rasa sakit,
Musim hujan pasti berakhir dan tanah kelak kembali kering.
Dimanakah ujung jalan yang masih bersembunyi berada?
Apakah dia berhias warna ataukah hitam-putih dan termanggu? 

Lalu matahari muncul dari balik awan. Kenapa terus bertanya jika jawaban masih disisipkan di saku sang waktu? bahkan kalimat tanya inipun terdengar tidak berguna. Dia atau dia atau dia,  permainan dadu yang masih terus bergulir menyusuri jalan setapak, jika belum berhenti takan terlihat angka yang keluar.
Menunggu. Berdoa. Berharap. dan Mempersiapkan.
Waktu yang masih menari mengeliling alam semesta hanya ingin memastikan kita menjadi penonton pentasnya yang setia. 
Kita menunggu lagi, dan lima bulan yang lalu, hanyalah tanda koma yang terlewat panjang, sekarang kereta api bergerak lagi. Jika tidak ada bom di dalam kereta, kita akan selamat sampai tujuan. Sampai bertemu !

Cinta ? benarkah ?

Egoisme. SUATU konsep yang kadang dicampuradukan di dalam cinta tanpa disadari oleh mereka yang memiliki hati. Mencintai kadang didasarkan pada pertimbangan timbal balik dan keadilan. Rasa, sebagaimana adanya, seringkali mempengaruhi pertimbangan. Kita mencinta untuk dicintai.

Ketika jalan terlah berujung dimana dua insan tak bisa bersatu, akankah hati masih merasa?
Jika jalan yang demikian bukan yang dilalui maka sakit hati hampir pasti dipastikan akan menjenguk hati-hati para pencinta ini.

Dimanakah cinta berdiri jika rasa selalu mengadopsi pengertian ini?

Sebagai manusia yang telah menemui berbagai jenis cinta, yang bisa diucapkan hanyalah bahwa cinta yang SESUNGGUHNYA adalah cinta yang menginginkan yang terbaik bagi yang dicinta. Jika setiap kita bukanlah yang terbaik untuk dia, mengapa kita perlu munafik dan mengatakan bahwa kita adalah yang terbaik untuknya....?

Wednesday, November 28, 2012

Barisan kereta melintasi hari...

Cakrawala luas lagi menguap
Uap kebosanan seakan tak berhenti berputar
Roda tawa dan kata-kata yang seakan berputar cepat
Melewati rel antara stasiun keyakinan dan perasaan

Hujan air hangat
Satu per satu menandatangani
Apa yang tak diakui
dan
Apa yang tak dimengerti

Dalam kereta yang melaju kencang
Hari berlalu bagaikan tiupan muson
Satu lagi tanya tak terjawab
Satu lagi hening tak terpecahkan

Lagu-lagu lama melantunkan diri mereka sendiri
Ketika ketidakyakinan dilempar dalam jurang ketakutan

Serigala mengaum lagi

memberikan petunjuk bagi yang tersesat

Kereta berbelok dan pergi;
diatas papan catur dia melaju
diantara setiap pion milik-Nya
yang bertanya-tanya dan tak dijawab

Kereta tak berhenti melaju,
Serigala mendengarkan
Tentang satu hari yang telah berlalu


Tuesday, August 7, 2012

Little (Boring) Note In My Life.

Semester tiga telah dimulai dalam kehidupan perkuliahan saya. Hiruk-pikuk penerimaan mahasiswa baru dalam program p3kmaba nampaknya membawa dampak besar dalam hari-hari belakangan ini. Semakin banyak orang yang dikenal di kampus, semakin banyak sapaan "hai" dan "halo", semakin banyak permintaan teman dan followers di jejaring sosial dan hal-hal kecil lainnya.
Saya terpilih menjadi PIC dari para pelayan tutorial di kampus (oh, yeah!), masuk dalam divisi materi-pubdekdok dalam fungsionaris UKM di kampus, menjadi anggota dalam divisi acara Persekutuan Pemuda Kristen Maluku (PPKM) di Surabaya dan juga menjadi anggota divisi acara dalam kepanitiaan PPKM Goes To School yang akan berlangsung di awal tahun 2013. Rem "ketertarikan-terhadap-kegiatan" saya memang agak blong, karena mengambil beberapa tanggung jawab jangka panjang di waktu yang sama, tetapi itu justru membuat saya semakin termotivais untuk memberikan yang terbaik.
Diantara sekian banyak hal itu, ada sebuah hal kecil yang nampaknya cukup membuat saya (maafkanlah istilah saya ini) galau. Tidak lain dan tidak bukan adalah tentang seseorang yang benar-benar menarik perhatian saya sejak pertama kali saya mendengar tentang namanya (okeh, melihat wajahnya, watever!).
Mengapa hingga kata yang tidak membangun tersebut (galau) dapat muncul dalam kehidupan saya??
Haha. Tanyakan terus, saja juga tidak mengerti. #tawastres.
Dari sekian banyak penduduk bumi, Giovanno S R M Pattiasina adalah tipe orang yang mudah tertarik dengan orang lain karena sifat sanguin dan ekstrovert yang saya miliki, tapi tidak dalam arti KHUSUS. Untuk memiliki ketertarikan yang kuat dan khusus pada lawan jenis, saya harus benar-benar melihat sesuatu yang LUAR BIASA dalam diri si dia, tetapi seperti yang mungkin telah kalian pahami, orang ini tidak memilikinya.
Saya tidak akan, diulangi, tidak akan langsung menjudge ini adalah C.I.N.T.A seperti konsep yang akan langsung disambar oleh anak remaja ababil tentang ketertarikan pada lawan jenis (lawan jenis loh yah!). Dia tidak memiliki apa yang biasanya dimiliki oleh tipe (ehem!) saya. Dia tidak cantik atau menarik untuk dilihat. Tapi sikapnya somehow membuat saya merasakan ada yang tidak biasa. Ketika akhirnya dapat berkenalan dengan dia, saya berhasil memberikan kesan yang paling baik yang bisa saya berikan. Dan Thanks God! dia menangkapnya sebagaimana saya menginginkannya (saya orang komunikasi, ingat?).
Tapi masalah lain muncul ketika ada kenyataan dimana dia sekarang (hampir) bersama dengan seseorang yang juga adalah kenalan saya. Sudah bisa ditebak, kemana hal ini akan bermuara, kekecewaan yang sangat. Yeah, tapi itu bukan akhir dunia. Saya hanya bisa menjadi teman (mungkin) dan berharap akan ada kesempatan yang tepat nanti.

~ Maybe what I can say isn't as much as I want to say to you, but you should know, you are the first one that telling me,"World needs more person like you", that was the best thing a friend ever say to me, 
So Thank You ~

Saturday, June 30, 2012

The Red iRegrasio

Warna merah sejak zaman dahulu selalu diartikan dengan semangat. Warna yang disebut sebagai 'prime-colour' dalam serial anak-anak Power Rangers ini merupakan warna yang bukan saja mammpu menarik perhatian, tetapi menjadi warna yang melambangkan kekuatan. Warna merah, secara biologis dikaitkan dengan darah. Warna darah yang merah adalah akibat dari keberadaan hemoglobin yang ada di dalamnya.
Di kesempatan kali ini, saya sengaja menjadikan tema blog iRegrasio. iThink. iWrite. iSay it Out Loud untuk mencoba menggambarkan waktu.
Apa hubungannya?
Waktu adalah hal yang paling misterius di dunia, tak ada orang yang tahu persis apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, maupun kembali dan mengubah yang terjadi di waktu lalu.
Mengapa waktu dalam blog ini adalah merah?
Itu karena waktu bergerak layaknya darah. Mengalir melewati aliran yang sama (hari, minggu, bulan, tahun, abad) dan terus bergerak hingga kesudahannya yang entah kapan. Darah dalam tubuh manusia juga melakukan perputaran yang sama. Itu terus terjadi hingga perhentian terakhir dari orang tersebut yang adalah kematian.
Apa yang bisa kita pelajari dari sini?
Aliran waktu dan aliran darah adalah dua hal yang tak bisa kita kembalikan. Kita akan terus melewatinya hingga akhir dari perjalanan kita masing-masing. Memperlakukan hal-hal yang berharga seperti itu haruslah dengan cara yang benar. Manfaatkan waktumu, manfaatkan darah yang mengalir dalam dirimu untuk terus hidup dan berkarya, melakukan yang terbaik dalam kehidupan.

Oh ya, soal burung Cardinal Merah, bukankah burung itu merupakan hewan yang tepat menemani tema blog kali ini. Burung yang indah untuk tema yang indah... Ciao !

Tuesday, June 12, 2012

Live like a Nature. River Deep Mountain High.


Ada yang bilang kehidupan itu seperti roda, sekali diatas, sekali dibawah...
Ada yang bilang kehidupan itu seperti badai, yang mana setelahnya pasti akan datang matahari...
Ada yang bilang kehidupan itu seperti pohon dan tanaman yang lain, ketika semakin keatas akan banyak angin yang bertiup...
Tak ada yang salah, semuanya benar. Bagi saya pribadi, kehidupan itu seperti sungai yang dalam dan gunung yang tinggi. Seperti penggalan lirik yang dinyanyikan oleh Tina Turner; River Deep - Mountain High... Itulah posisi kita sebagai manusia. 
Kita dapat berjalan melewati skenario kehidupan yang dibuat oleh sang Intelligent Designer dan skenario itu adalah alam yang luas. Di suatu saat, kita akan berada di puncak gunung. Mungkin saat itu kita bisa melihat pemandangan yang begitu indah dan merasakan betapa indahnya alam yang luas ini. Kadang kita harus menyeberangi sungai yang dalam dan ketika tak ada perahu ataupun jembatan, itu berarti kita harus menyelam. Mungkin melewati buaya, piranha, atau Grindylow seperti di Harry Potter, tapi tak mengapa. Itulah proses.
Ketika kita berada di puncak gunung, janganlah melupakan sungai. Kita harus ingat bahwa masih ada kalanya kita harus melewati sungai kita. Alangkah baiknya apabila kita pernah merasakan semua itu, sungai yang dalam dan gunung yang tinggi. 
Merasakan semua itu tidak membuat kita sempurna atau lebih baik daripada orang lain, merasakan itu hanya akan membuat kita lebih manusiawi, lebih bisa memahami keberadaan sebagai manusia yang mana mengerti dan memahami, bahwa di dunia ini selalu ada hari hujan dan hari cerah, mati lampu dan pesta kembang api, musim dingin dan musim panas, saat berpisah dan saat bertemu, mengerjakan ujian dan hari kelulusan dan tentu saja, sungai yang dalam dan gunung yang tinggii...

Selamat berproses di alam kehidupanmu ! ^_^

Phil Of The Future. Future in the Past.


Perjalanan dengan mesin waktun tidak semulus yang dibayangkan. Doraemon membuktikan itu, begitu juga dengan keluarga Diffy. Keluarga yang berasal dari tahun 2121 ini merupakan keluarga yang hidup di bumi ketika dunia sudah mencapai kata damai dimana seluruh bumi berada di bawah satu pemerintahan dan semuanya mudah dengan peralatan Wizzard yang mempunyai banyak fungsi menarik.
Keluarga ini terdiri dari ayah (Craig Anton) yang sedikit kikuk namun pandai dan ibu (Lise Simms) yang penuh perhatian tetapi tegas. Anak yang sulung dan adalah tokoh utama dalam serial TV ini adalah Phil Diffy (Raviv "Ricky" Ullman), remaja berusia 14 tahun yang idealis dan bukan tipikal anak nakal. Pim Diffy (Amy Bruckner) adalah adik perempuan Phil yang berusia 12 tahun dan punya masalah dalam mengontrol emosi. Dia mempunyai segudang cara licik untuk mendapatkan keinginannya dan senantiasa berbicara pada dirinya sendiri. Berbeda dengan Phil yang selalu bersikap baik, Pim hampir selalu bersikap nakal. Hubungan kedua kakak beradik ini sama akurnya dengan kakak beradik normal dimanapun di dunia ini (yang berarti tiada hari tanpa argumen). Meski begitu mereka saling menyayangi.
Phil adalah tipe cowok perfeksionis, toleran, yang senang membantu orang lain dan kadang tidak berani mengutarakan pendapatnya (meskipun yang terakhir ini perlahan berkurang sepanjang berjalannya serial ini). Ia mempunyai seorang sahabat bernama Keely Teslow (Aly Michalka) yang bercita-cita menjadi reporter dan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.
Ada pula tokoh lain seperti Ibunya Keely, Mr.Hacket, teman sekelas Pim yang selalu bersikap manis (yang ternyata adalah robot) bernama Debbie serta manusia gua yang ikut datang ke abad 21 dari zaman batu bernama Curtis.
Tak diragukan lagi, serial TV ini dipenuhi dengan komedi ala sitkom Disney yang segar dan penuh dengan drama. Kehidupan keluarga Diffy di abad 21 perlahan mulai membuat mereka menyukai zaman ini hingga saatnya ketika mereka harus pergi. Di episode terakhir di season 2 yang adalah episode terakhir serial ini, Phil dan Keely akhirnya berpacaran dan meskipun itu hanya beberapa jam saja, tetapi mereka berpisah dengan sukacita dan janji untuk bertemu di masa depan.

Disney memang selalu menyediakan kisah-kisah yang mampu diingat oleh para penikmatnya. Lizzie McGuire, Even Stevens, Kim Possible dan Phil Of The Future merupakan contoh serial TV  yang masih dan akan terus saya ingat dari masa-masa kecil bersama Disney Channel.
Kisah yang unik meskipun sudah sangat lama sejak serial ini berhenti ditayangkan oleh Disney Channel (acara ini dimulai di tahun 2004 dan berakhir di tahun 2006). Phil Diffy dan segala macam kegilaan yang terjadi di lingkungannya mengajarkan banyak hal seperti ada baiknya masa depan tidak usah diketahui atau bahwa ada sesuatu yang positif di balik sesuatu yang sulit dihadapi atau bahwa seburuk-buruknya keluarga, tetaplah keluarga. Pesan-pesan sederhana dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari seperti itu membuat acara ini merupakan salah satu tontonan yang layak untuk seluruh keluarga. GO AND WATCH IT !

Social Learning - Identification. Who's Yours?

Belakangan ini, saya seringkali melihat acara-acara TV yang dulu pernah saya lihat di ketika masih berada di bangku SMP. Dari situ saya menemukan fakta bahwa ada seorang tokoh di salah satu acara TV yang mempunyai sifat dan karakter persis seperti saya. Setelah memikirkan hal itu, saya menyadari bahwa sejak dulu hingga sekarang, karakter tokoh tersebut telah saya identifikasikan menjadi karakter saya. Terlalu banyak kesamaan untuk mengatakan bahwa hal itu bukan Identifikasi.
Identifikasi adalah proses psikologis dimana seseorang mengambil karakteristik dari orang lain untuk dijadikan sebagai karakternya. Proses identifikasi berlangsung lama dan membutuhkan model untuk diidentifikasikan. Proses identifikasi merupakan bagian dari Social Learning. Disadari atau tidak, kita selaku manusia sering melakukan identifikasi diri terhadap orang lain dan itu biasanya terjadi di saat  masih di bawah umur.
Setelah melakukan perenungan panjang (haha..) saya melihat bahwa banyak sifat yang saya miliki (baik itu yang positif maupun negatif) juga dimiliki oleh tokoh yang ada di salah satu acara TV tersebut. Setelah dipikir-pikir mungkin juga karena saya sangat menyukai tokoh itu sehingga secara tidak sadar mengambil karakternya sebagai karater pribadi saya.
Mungkin terdengar sedikit aneh, tapi hal itulah yang saya alami dan benar-benar terjadi. Mungkin anda juga pernah melakukan itu terhadap tokoh yang ada di acara TV ketika anda masih di sekolah dasar atau dengan seorang penyanyi yang anda idolakan. Siapakah identifikasi anda itu?

Tuesday, May 29, 2012

“INTEGRASI BANGSA, KONSTRUKSI DI TENGAH PERBEDAAN”

Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu....

Integrasi adalah keaadaan dimana masyarakat bersatu dengan kecenderungan saling terikat satu sama lain. Integrasi masyarakat biasanya terjadi karena ada faktor persamaan diantara unsur-unsur masyarakat. Di Indonesia, masalah Integrasi merupakan sebuah masalah yang seringkali dikumandangkan dimana banyak daerah yang menuntut disintegrasi secara politik dari Republik Indonesia. Sebut saja Gerakan Papua Merdeka, Republik Maluku Selatan dan Gerakan Aceh Merdeka. Gerakan-gerakan tersebut merupakan contoh ekstrim dari ketiadaan integrasi diantara sesama bangsa Indonesia.
Selain itu, masalah Integrasi lain yang terlihat dalam skala kecil adalah bahwa tidak semua suku maupun etnis bisa terasimilasi satu sama lain. Hal ini terlihat dari sedikitnya perkawinan campuran antara etnis, misalnya saja etnis tionghoa dan orang jawa. Hal ini karena ada nilai-nilai khas yang dijunjung oleh suku atau etnis tertentu yang menciptakan sekat antara unsur-unsur yang demikian di negara ini. Stereotip dan generalisasi juga muncul sebagai akibat interaksi yang salah antar suku maupun etnis.
Disintegrasi yang seperti ini tentunya merupakan hal yang menjadi ancaman terhadap kesatuan dan persatuan Negara Republik Indonesia dan tentu saja bertentangan dengan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu kita perlu belajar membangun integrasi bangsa. Salah satu cara untuk membentuk integrasi adalah dengan melihat keberadaan pihak di luar masyarakat yang hendak diintegrasikan.
Sebagai contoh, sikap masyarakat Indonesia yang sama-sama mendukung Timnas merah putih ketika tim sepakbola tersebut bertanding melawan tim negara lain, adalah bentuk dari integrasi yang tercipta karena ada pihak luar yang berada di luar Indonesia yang dianggap sebagai pihak lawan.
Sejarah mencatat pidato ‘Ganyang Malaysia’ yang dituturkan oleh Presiden Soekarno juga menciptakan Integrasi nasional dimana seluruh lapisan masyarakat bersikap satu suara untuk melawan Malaysia. Meskipun tidak disarankan agar membangun integrasi dengan berperang tetapi konsep seperti ini dapat diterapkan dengan cara yang lebih diplomatis. Misalnya saja membangun integrasi terkait kecintaan terhadap pariwisata bangsa. Indonesia mempunyai banyak objek pariwisata yang eksotis dan mampu mengundang wisatawan asing. Dengan menonjolkan pariwisata seluruh Indonesia dengan lebih baik lagi, sebagai sesama tuan rumah, kita akan lebih terintegrasi apabila nantinya pariwisata tanah air telah mencapai tingkatan yang maju.
Selain pariwisata, perfilman indonesia juga dapat membangun integrasi. Kesuksesan film The Raid beberapa minggu lalu yang mencapai sukses di pasar internasional telah membuka peluang bagi anak-anak bangsa untuk berkarya lebih lagi di bidang perfilman. Jika sesama bangsa indonesia mau memberi kontribusi lebih terhadap karya-karya yang seperti ini, bukan tidak mungkin  negara kita mempunyai sesuatu untuk ditunjukan kepada dunia. Sekali lagi, jika hal itu terjadi, integrasi bangsa kita akan semakin erat.
Yang menjadi penghalang dan alasan tidak terciptanya integrasi hanyalah satu hal, yaitu perbedaan. Perbedaan yang muncul dan beragam dari segi kuantitas memang dapat ditemukan di Indonesia. Perbedaan tersebut hanya bisa disikapi secara positif apabila setiap orang dengan pemikiran yang terbuka mau menerima orang lain dengan agama, budaya, ras, maupun segala sesuatu yang ia bawa dalam latar belakangnya.
Sebagai seseorang yang merantau karena alasan akademik, saya pribadi belajar tentang bagaimana mengolah perbedaan menjadi sesuatu yang positif dan tidak menjadikan itu sebagai kacamata negatif dalam menilai orang lain.
Kita tentu paham betul bahwa setiap manusia adalah makhluk sosial. Di sisi lain kita juga harus memahami bahwa setiap orang (bahkan saudara kembar sekalipun) dapat memiliki perbedaan kepribadian yang signifikan. Dengan merujuk pada hal itu, kita harus sadar bahwa mustahil jika kita menginginkan keseragaman yang utuh dalam masyarakat.
Kita hidup dalam masyarakat yang unsur-unsurnya berbeda satu sama lain. Untuk itu kita perlu menerima perbedaan orang lain dan menciptakan harmoni diantara pembeda-pembeda tersebut. Dengan memahami dan melakukan hal itu, percayalah bahwa suatu saat, bangsa Indonesia akan terintegrasi dan Bhineka Tunggal Ika benar-benar hidup di pangkuan ibu pertiwi.